Ruangbengkulu.com – Kegiatan muyawarah rencana pembangunan tingkat desa (Musrenbangdes) telah dilaksanakan oleh Pemdes Talang Ulu, Kecamatan Air Padang, Bengkulu Utara. Senin 20 November 2023.
Hadir dalam acara musyawarah tahunan yang dilaksanakan di tingkat desa, ini adalah Camat Air Padang, Suryansyah, S.Pd didampingi Sekcam, Thomas Handi, RS. SH Kasi PMD, Baisni, S.IP, Babinsa Koramil 03/Lais, Sertu Roky Chan, Kades Talang Ulu, Ismail, S.Sos, Ketua BPD, Itan Insani serta anggota, Pendamping Desa, Catur Basuki, SKM aparatur perangkat desa Talang Ulu hingga perwakilan masyarakat di lingkungan Desa Talang Ulu.
seperi biasa, Musrenbangdes yang dilaksanakan oleh Pemdes Talang Ulu, ini mengakomodir beberapa usulan yang menjadi skala prioritas di tingkat desa yang nantinya akan di integrasikan dengan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Bengkulu Utara di TA 2025.
Adapun, skala prioritas yang menjadi usulan pada forum resmi di tingkat desa, ini adalah membangun jembatan penghubung antar Desa Talang Ulu Kecamatan Air Padang ke Desa Ulak Tanding Kecamatan Batiknau.
“Usulan Musrenbangdes yang menggunakan dana APBD atau APBN, maka kita usulkan prioritas jembatan penghubung antar Desa juga antar Kecamatan. Prioritas jembatan yang terletak di Desa Talang Ulu membutuhkan sepanjang 25 meter,” ungkap Kades, Ismail.
Diakuinya, akses jembatan tersebut untuk memperpendek jarak tempuh ke arah Kecamatan Batiknau, terkhusus menuju ke Desa Ulak Tanding, Taba Kelindang, Durian Amparan.
Peningkatan prioritas pembangunan jembatan ini dianggap penting, karena menurut Kades. selama ini kami dari Desa Talang Ulu yang mau menuju ke Desa Durian Amparan itu bisa membutuhkan waktu satu jam, karena juga jalannya mutar ke arah Desa Batiknau.
“Proritas ini sudah sering kami usulkan, mungkin selama ini keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan tahun 2024 ini ada titik terang. Kita lihat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk tahun 2024 ini,” kata dia.
Kades menambahkan, selain itu, ada juga prioritas pengadaan bibit sawit yang dibagikan dalam 1 KK dibagikan 200 batang, total KK sebanyak 110 KK artinya membutuhkan bibit sawit kisaran 22.000 batang bibit sawit. Dengan harapan bisa diakomodir untuk tahun 2025.
Terpisah prioritas yang bersumber dari APBDes, yang mengelola dari Dana Desa, itu tinggal penyesuan pagu anggarannya saja, dan sudah kita tentukan prioritas-prioritas yang kita masukkan dalam usulan TA 2024.
Ditambah dengan ketua BPD, mengatakan. Dengan adanya program pembangunan yang ada di desa, kita mengusulkan dan mendukung atas pembangunan yang ada di desa ini, ungkapnya (pak/adv)




