Ruangbengkulu.com – Menjadi sumber air, Sumur Gede Keramat di Kalideres, Jakarta Barat mengalirkan sejumlah mitos. Sumur yang juga telah ada sejak pendudukan kolonial tersebut, dulunya memiliki diameter 4 X 5 meter. Ini pula yang kemudian membuat sumur ini diberi nama Sumur Gede. Kini, sumur tersebut sudah dipugar, dan tampak seperti sumur pada umumnya.
Konon, sumur ini terbentuk dari pencarian seorang nenek-nenek yang kehausan, hingga diberilah air oleh warga setempat dengan wadah daun pisang. Sisa air beserta wadahnya, dibuang di lokasi Sumur Gede. Selain mitos tentang terbentuknya, Sumur Gede Keramat Kalideres juga memiliki kasiat tersendiri, yang hingga kini masih hidup di tengah warga.
Salah satunya adalah tentang cerita, jika dulunya anak-anak kampung yang akan bersunat, dimandikan terlebih dahulu di sumur ini. Dari cerita warga, meski zaman dulu, proses sunat dijalani tanpa proses bius, tapi tak ada rasa sakit. Utamanya ketika dimandikan terlebih dahulu di sumur ini.
Seiring perputaran zaman, Sumur Gede Keramat Kalideres masih memiliki sejumlah motos, yang membuat banyak orang datang ke sana untuk mandi, atau sekedar meminum airnya. Dari mitos ampuh untuk menyembuhkan penyakit, hingga mitos tentang jodoh, sudah tak asing lagi bagi warga sekitar.
Namun sayang, sumur dengan diameter sekira 2 meter ini sekarang kondisinya kering. Sumur ini juga ditutup dengan besi untuk menghindari warga yang tercemplung ke dalam sumur tua itu. Menurut salah satu keturunan pemilik sumur gede keramat, sumur itu kini berada tempat di depan sebuah saung yang digunakan warga sebagai POS RT.
“Sekarang lagi musim kemarau emang kering, tapi nanti kalau udah ada hujan sekali aja bakalan ada lagi airnya. Dalamnya ini sekitar 7 meteran,” katanya, menceritakan kondisi Sumur Gede Keramat.
Meski telah berusia ratusan tahun namun marta menyebut tidak pernah ada kejadian mistis yang dialami warga di tempat ini.
“Alhamdulillah enggak pernah ada kejadian apa-apa disini. Cuma kalau misalkan kita tebang pohon serut yang ada disimpang sumur ini tanpa izin, baru dah biasanya pada meriang orangnya. Jadi yang nebangnya ini harus keluarga saya enggak boleh orang lain,” ungkapnya (RB)




