Forum Kades Siap Dukung Pembinaan Adat dan Budaya, Serta Jaga Kamtibmas Desa Yang di Gagas PKMP

Ketau FKKD Kecamatan Ulok Kupai, Muhammad Jafri, S.IP (pegang mikrofon,red) saat menyampaikan pemaparan.

Ruangbengkulu.com – Ketua Asosiasi Pemerinah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bengkulu Utara dan juga Ketua Forum Koordinasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Ulok Kupai, Muhammad Jafri S.IP didampingi FKKD Kecamatan Napal Putih, Hosen Basri dan pengurus lainnya siap mendukung dan melaksanakan hasil kegiatan Rembuk Tokoh adat Masyarakat Pekal yaitu Pelestarian Adat, Budaya serta menjaga Kamtimas di desa terutama yang ada di bumi pekal.

Hal ini di sampaikannya Sabtu 21 Oktober 2023, saat menyampaikan pendapat dalam rembuk tersebut.
Jafri mengatakan, “kami dari Kepala Desa siap membantu apa hasil rembuk hari ini demi kebersamaan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat, yang mana kami siap membantu pemerintah baik program pusat, daerah maupun desa kami sendiri, karena kami Kepala Desa adalah sebagai pimpinan pemerintahan di desa dibantu oleh perangkat desa dan diawasi oleh BPD serta masyarakat,” tegasnya.

Tambahnya, kami hadir ditengah masyarakat terus berupaya yang terbaik untuk kemajuan daerah, kami menghadiri acara yang di gagas oleh salah satu Ormas kesukuan di Bengkulu utara, yaitu PKMP, kami hadir dalam undangan tersebut dalam kapasitas peserta dengan Rebuk Adat Tokoh Masyarakat Pekal.

Dalam acara Rembuk/Musyawarah Adat Pekal tersebut banyak hal yang kami ambil dan siap mendukung. Apa lagi ada kegiatan desa yangmana dalam kegiatan tersebut yaitu, pengembangan dan pelestarian adat dan budaya lokal desa. Menjaga situasi kamtibmas desa, dan tercetus suatu aturan tentang perdes yang ada di desa yaitu perdes adat untuk menangkis terjadinya asusila terhadap anak di bawah umur dan kekerasan anak dan perempuan.

Dikatakannya, “tentang Pengembangan Tari Gandai, Gamat dan Pencak silat, kami terus berupaya untuk mencari solusi untuk terus dikembangkan, karena benar saat ini bisa pakai dana desa namun dana desa tidaklah cukup karena banyak kebutuhan lain juga skala proritas, maka kami akan cari solusi lain seperti CSR dan pemeritah Kabupaten dan Provinsi,” ungkapnya.

Intinya, kami siap berkolaborasi untuk membangun Adat dan Budaya Suku Pekal dan mengajak generasi muda pekal untuk mengembangkan Adat Budaya Pekal, jangan sampai punah di telan bumi. Karena adat dan budaya serta tarian khas suatu daerah harus dikembangkan dengan baik, jangan sampai anak cucu kita tidak tahu, ujar mantan DPRD Bengkulu Utara ini.

Tentang menjaga dan mencari solusi, akhir-akhir ini marak berita di Kecamatan Napal Putih dan Ulok Kupai tentang tindakan asusila anak di bawah umur dan kekerasan anak di bawah umur, kami juga sudah melakukan sosialisasi bersama Polsek Napal Putih baik tingkat desa maupun di sekolah-sekolah, ini tanggung jawab kita bersama, maka kami siap garda tersdepan untuk menjaga kamtibmas ini. cetusnya (**)